MUKOMUKOTERKININEWS.Com – Jika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terus turun, perbankan bersiap-bersiap berhadapan dengan kredit macet.
Hal ini diungkapkan Raswanto, ST salah seorang petani sawit di Kecamatan Kota Mukomuko, Kabupaten Mukomuko, Kamis, 21 Mei 2026.
Ia menyampaikan ini sehubungan dengan turunnya harga TBS kelapa sawit di wilayah Kabupaten Mukomuko.
“Hari ini, sudah 3 kali turun. Jika terus menurun, akan berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, perbankan juga akan berhadapan dengan risiko kredit macet,” kata Raswanto.
Sejak beberapa tahun terakhir, perkebunan kelapa sawit menjadi komodi unggulan petani dari wilayah ini.
Artinya, kata Raswanto, jika harga sawit menurun dampakna akonomi yang ditimbulkan sangat besar.

Lebih menarik, kata Raswanto, para petani dari wilayah ini juga banyak melakukan transaksi pinjaman ke perbankan. Notabenyenya, angsuran perbankan diperoeh dari hasil panen TBS kelapa sawit.
“Sawit turun, otomatis angsuran bank akan sendat. Petani kita pada umumnya pinjam uang di bank, angsuran mengandalkan hasil jual sawit,” ujarnya.
Raswanto berharap persoalan turunnya harga sawit ini tidak berlangsung lama. Pemerintah dan pemqngku kebijakan diminta dapat menyikapi persoalan turunnya harga komoditi saawit.
“Ini tidak main-main. Ketika sawit dijual dwngan harga murah, ekonomi masyakat bakal anjlok. Ini tugas pemerintah bagaimana mengendalikan harga sawit ini, dan berlaku dengan harga wajar,” ulasnya.
Sebaliknya, biaya pemeliharaan kebun sawit sangatlah besar. Lebih lagi harga pupuk terus menanjak.
“Hari ini saja sudah terpantau, harga sawit turun hingga Rp450 dari harga sebwlumnya. Kemarin saya masih bisa jual Rp2800 per kilo, untuk hari ini malah turun jauh di bawah itu,” demikian Raswanto. (Rus)









