Example floating
Example floating
ucapan SR
MM_banner
Berita TerkiniKilas Daerah

PEKERJAAN HOTMIX DI DUGA ASAL JADI

729
×

PEKERJAAN HOTMIX DI DUGA ASAL JADI

Sebarkan artikel ini

MUKOMUKOTERKININEWS.COM –Preservasi jalan Sukamaju – Sendang Mulya – Ujung Tolan, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu,diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan spesifikasi maupun kualitas.

Dari hasil pengamatan Awak Media dilokasi proyek,
Jika dilihat dari papan informasi proyek yang terpampang di lokasi yakni,
Preservasi Jalan JL. Sukamaju – Sendang Mulya – Ujung Tolan.
NOMOR & TGL KONTRAK: HK.0201-BPJN6.6.1/1880, TGL. 04 DESEMBER 2025.

ADD. 1 & TGL ADENDUM: HK.0201-BPJN6.6.1/1880, TGL. 09 DESEMBER 2025
NILAI KONTRAK: RP. 19.470.217.000,00
NILAI ADD KONTRAK: RP. 5.022.167.000,00
LOKASI: KABUPATEN MUKOMUKO.
TAHUN ANGGARAN: 2025
SUMBER DANA: APBN MURNI
KONTRAKTOR: PT. SINATRIA INTI SURYA
KONSULTAN.

Pembangunan jalan Hotmix sepanjang 1,5 km dengan anggaran sebesar Rp.5.022.167.000.00,melalui skema Instruksi Presiden(Inpres) tersebut kini telah selesai pengerjaan dan sudah bisa untuk di lalui.Pelaksanaan titik nol proyek pembangunan jalan Hotmik di ruas jalan Suka Maju – Sendang Mulyo – Sido Mulyo di Kecamatan Penarik,Kabupaten Mukomuko,Bengkulu,yakni pada Sabtu, 6 Desember 2025.

<span;>Tapi Kegiatan pembangunan jalan Hotmix tersebut  diduga tidak sesuai dengan Spesifikasi yang tertera di RAB,sehingga terkesan asal jadi, pembangunan Hotmix sepanjang 1,5 km tersebut hanya di kerjakan dalam waktu kurang lebih 24 hari kalender dan terlihat di lokasi juga tidak ada kerapian dalam pekerjaan dan ada item-item perkerjaan yang tidak di laksanakan oleh pihak kontraktor.

Hasil pantauan awak media di lokasi,rumput liar di kiri kanan badan jalan juga masih banyak terlihat,saluran air juga tidak ada,bahu jalan juga tidak ada,dan di  beberapa titik lokasi juga terlihat seperti proyek tambal sulam.
sehingga hal tersebut dapat merugikan anggaran pemerintah dan wajib untuk di usut sampai tuntas.karna bila mutu pekerjaan jelek,maka kualitas jalan tersebut di pastikan tidak tahan lama dan yang rugi adalah masyarakat.
Hal tersebut mendapat sorotan tajam dari Penggiat lembaga Sosial di Mukomuko.
Saprin Efendi,Ketua LSM FPR Mukomuko,mengatakan.
“Proyek  Preservasi Jalan Sukamaju-Sendang Mulya-Ujung Tolan tersebut digarap melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Infrastruktur Tahun 2025, yang menjadi salah satu intervensi pemerintah pusat untuk membuka keterisolasian desa, serta mempercepat mobilitas warga, dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Mukomuko.
seharusnya pihak rekanan tetap melakukan kegiatan itu dengan hasil yang semaksimal mungkin,sehingga hasilnya juga bagus dan tahan lama.ujarnya.Lebih lanjut,

“Bila hasil kegiatan tersebut tidak sesuai dengan RAB yang ada,maka bisa dipastikan proyek Preservasi jalan tersebut akan menimbulkan masalah baru.apa lagi ada item-item pekerjaan yang tidak di kerjakan salah satunya yakni,
“Pembersihan vegetasi (Pembersihan semak-semak dan rumput)dan pemangkasan tebing biar landai,saluran air,semua itu biasanya sudah termasuk dalam anggaran Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek pembangunan jalan hotmix. Dalam RAB, pembersihan vegetasi,saluran air,pemangkasan tebing,biasanya dikategorikan sebagai salah satu item pekerjaan persiapan lokasi dan satu lagi pasangan siring beton di titik-titik yang rawan longsor biasanya juga ada di dalam RAB.jelas Saprin.

kami berharap kepada pihak APH untuk mengusut dan  segera turun ke lokasi guna memastikan dan mendapatkan data yg valid dan kami juga mempertanyakan fungsi dan tugas dari pihak Pengawas dan pihak PUPR dan BPJN bengkulu , apa karena ada iming-iming dari pihak kontraktor sehingga pengawasan,dll.menjadi tidak bisa tegas, ungkap  saprin

Di tempat terpisah,Sukisno (51) salah seorang warga Desa Sukamaju saat di mintai tanggapannya oleh awak Media terkait proyek Preservasi jalan tersebut,beliau juga turut menyentil dan protes.
“Jujur saja,kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah,serta pihak terkait lainnya.tapi saya lihat kok aneh sekali dengan pihak rekanan yang mengerjakan proyek itu,dulu setahu saya,Proyek Hotmix jalan di desa Sukamaju ini yang kurang lebihnya sepanjang 3,6 km,itu anggarannya Rp.10,8 miliar.itupun hasilnya mantap dan bahu jalan kiri kanan di cor dengan rabat beton,sementara yang kemarin itu hanya panjang 1,5 km dengan anggaran 5 miliar.tapi kok bahu jalan tidak ada,saluran air juga gak di bentuk dgn alat berat.ini kan yg rugi kami-kami ini sebagai masyarakat penerima manfaat.ujarnya.

Di tambahkan Sukis, “Kalau saya lihat,pekerjaan pondasi Aspal Hotmix atau bahasa keren’nya Base Course juga kurang padat.karna kemarin saya lihat Base Course itu belum begitu padat,batunya masih bnyak yg berserak tapi langsung di lakukan Prim cout.setahu saya ya permukaan harus benar-benar keras dan padat,setelah itu di lakukan uji tes kekuatan dari pihak PU dan Pengawas,setelah itu di bersihkan debu-debunya menggunakan kompresor,setelah itu baru di lakukan Prim Cout dan di Aspal Hotmix.begitulah setahu saya.kalau pengerjaan’nya begitu saja dan terkesan asal jadi,ya wajib di usut.pungkas Sukisno.

Masyarakat mengeluhkan buruknya kualitas pengerjaan proyek pengaspalan jalan hotmix yang dinilai dikerjakan asal jadi. Warga menyesalkan lemahnya pengawasan dari instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Mukomuko dan Konsultan Pengawas serta Pihak PUPR Provinsi terhadap proyek yang dibiayai oleh anggaran pemerintah tersebut.
Bambang,yang juga salah seorang warga desa Sukamaju menegaskan,
“lapisan aspal yang dikerjakan terlihat Pinggirnya tidak ada kerapian sama sekali dan sangat tipis serta terkesan dikerjakan terburu-buru. Bahkan, beberapa bagian aspal yang baru selesai dikerjakan sudah mulai mengalami kerusakan dan bagian pinggirnya mudah untuk di kelupas dengan tangan kosong,saya sudah cek secara langsung di beberapa titik lokasi.sehingga Kondisi ini menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran masyarakat terhadap daya tahan jalan tersebut.yang tidak kalah mirisnya yakni,ada tiang listrik di tikungan jalan,seharusnya pihak rekanan serya konsultan pengawas kordinasi dengan pihak PLN,supaya tiang listrik tersebut di geser ke pinggir.sehingga tidak membahayakan pengguna jalan.apa mungkin pihak rekanan serta konsultan penggawas dan pihak orang-orang dari dinas PUPR pada rabun.tegas Bambang.

Warga masyarakat berharap agar pembangunan infrastruktur yang menggunakan dana pemerintah benar-benar dikerjakan secara profesional dan berkualitas. Pasalnya, jalan merupakan fasilitas vital bagi masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari serta menjadi urat nadi perekonomian warga di wilayah tersebut.

“Kalau hasil pengerjaannya seperti ini, tentu sangat merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan, sekaligus berpotensi merugikan keuangan negara,” ujar Bambang. dia menambahkan bahwa kualitas pekerjaan yang buruk menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait.

Lebih lanjut, Bambang juga menegaskan bahwa apabila terbukti pengerjaan proyek pengaspalan hotmix tersebut tidak sesuai spesifikasi dan merugikan keuangan negara, maka pihak-pihak yang bertanggung jawab dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.Pungkasnya. ( M.ap )

Example 300250
Example 120x600