Example floating
Example floating
ucapan SR
MM_banner
Berita TerkiniKilas Daerah

Keluarga Pasien Ungkap Kronologi Perawatan di RSUD Mukomuko, Pertanyakan Penempatan Pasien dalam Kondisi Kritis

228
×

Keluarga Pasien Ungkap Kronologi Perawatan di RSUD Mukomuko, Pertanyakan Penempatan Pasien dalam Kondisi Kritis

Sebarkan artikel ini

MUKOMUKOTERKININEWS.COM– Beredarnya video yang memperlihatkan suasana ricuh di RSUD Mukomuko menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut hari kamis (8/10),keluarga pasien diduga menyampaikan protes kepada petugas rumah sakit terkait pelayanan medis yang diterima anggota keluarganya.

Menanggapi informasi yang beredar, Marwin, keluarga pasien bernama Masni warga desa tunggang kecamatan pondok suguh yang disebut merupakan abangnya, menyampaikan kronologi perawatan pasien selama berada di RSUD Mukomuko. Ia mengaku mendampingi dan memantau langsung proses pelayanan hingga pasien mengembuskan napas terakhir.

Dalam keterangannya, Marwin mempertanyakan sejumlah hal terkait penanganan pasien, terutama mengenai penempatan pasien yang menurutnya dalam kondisi kritis serta informasi mengenai ketersediaan tempat tidur di ruang perawatan intensif.

Pasien Masuk IGD Sekitar Pukul 04.00 WIB

Marwin menjelaskan, abangnya masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mukomuko sekitar pukul 04.00 WIB karena mengalami hipertensi. Pasien kemudian mendapatkan penanganan di IGD selama kurang lebih tiga jam.

Menurut Marwin, selama berada di IGD, kondisi abangnya mulai menurun hingga kehilangan kesadaran.

Sekitar pukul 07.30 WIB, pasien dipindahkan ke ruang rawat inap Mawar dalam keadaan tidak sadar.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan bagi pihak keluarga. Marwin mempertanyakan alasan pemindahan pasien ke ruang bangsal, mengingat menurutnya pasien membutuhkan pengawasan medis secara intensif.

Dokter Sebut Pasien Seharusnya Dirawat di ICCU

Sekitar pukul 10.00 WIB, dokter spesialis saraf melakukan kunjungan ke ruang Mawar untuk memeriksa pasien.

Marwin mengaku mendapat penjelasan dari dokter bahwa kondisi abangnya tergolong darurat dan berat akibat pecahnya pembuluh darah di otak.

Ia kemudian mempertanyakan apakah pasien dengan kondisi tersebut sudah tepat dirawat di ruang bangsal.

Menurut penuturan Marwin, dokter menyampaikan bahwa pasien seharusnya dirawat di ruang ICCU. Namun, berdasarkan penjelasan yang diterimanya saat itu, ruang ICCU disebut penuh.

Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan lanjutan dari pihak keluarga mengenai langkah penanganan yang semestinya dilakukan apabila pasien membutuhkan perawatan intensif, sementara ruang ICCU dinyatakan tidak tersedia.

Keluarga Pertanyakan Ketersediaan Tempat Tidur ICCU

Marwin melanjutkan, sekitar pukul 13.00 WIB setelah salat Zuhur, dirinya duduk di lobi ruang Mawar dan berbincang dengan salah seorang pasien atau keluarga pasien lainnya.

Dalam percakapan itu, ia menceritakan kondisi abangnya dan menyampaikan informasi bahwa ruang ICCU disebut penuh.

Menurut Marwin, orang yang diajaknya berbicara kemudian menyampaikan bahwa anggota keluarganya baru masuk ke ICCU sekitar pukul 11.00 WIB dan menyebut masih terdapat dua tempat tidur kosong di ruangan tersebut.

Informasi itu membuat Marwin mempertanyakan kembali keterangan mengenai ketersediaan tempat tidur ICCU yang sebelumnya diterimanya.

Ia menyebut, setelah keluarga mempertanyakan persoalan tersebut, abangnya akhirnya dipindahkan ke ruang ICCU.

Namun, klaim mengenai jumlah tempat tidur yang tersedia serta alasan keterlambatan pemindahan pasien tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak rumah sakit agar duduk persoalannya menjadi jelas.

Keluarga Minta Evaluasi Pelayanan

Marwin menyampaikan kekecewaannya terhadap pelayanan yang menurutnya masih perlu dievaluasi, khususnya dalam menentukan prioritas penanganan pasien berdasarkan tingkat kegawatan medis.

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga memahami kematian merupakan ketentuan Tuhan. Meski demikian, menurutnya, kualitas penanganan dan ketepatan pengambilan keputusan medis tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan.

Keluarga berharap kejadian tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi manajemen RSUD Mukomuko agar pelayanan terhadap pasien dalam kondisi kritis dapat berjalan optimal.

Pihak Rumah Sakit Perlu Memberikan Klarifikasi

Hingga berita ini disusun, kronologi di atas merupakan keterangan dari Marwin selaku pihak keluarga pasien. Belum terdapat keterangan resmi dari manajemen RSUD Mukomuko mengenai alasan pemindahan pasien ke ruang Mawar, kondisi ketersediaan tempat tidur ICCU pada waktu kejadian, maupun pertimbangan medis dalam menentukan ruang perawatan.

Klarifikasi dari pihak rumah sakit diperlukan agar informasi yang beredar di masyarakat menjadi berimbang dan persoalan ini dapat dipahami secara utuh.

Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan keterangan pihak keluarga. Dugaan mengenai kekurangan atau keterlambatan pelayanan belum dapat disimpulkan tanpa penjelasan resmi dan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak terkait.

Example 300250
Example 120x600