Example floating
Example floating
ucapan SR
MM_banner
Berita TerkiniKilas Daerah

Direktur RSUD Mukomuko Tegaskan Tindakan Medis Sesuai SOP

78
×

Direktur RSUD Mukomuko Tegaskan Tindakan Medis Sesuai SOP

Sebarkan artikel ini

MUKOMUKOTERKINI – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko bantah isu layanan kesehatan terhadap pasien anak atasnama Alzareya Salsabila, mengecewakan.

Pihak manajemen menegaskan layanan dan tindakan petugas medis terhadap pasien tersebut sesuai Standar Operasional (SOP).

“Kita sudah cek kronologinya, dan semua tindakan medis terhadap pasien sesuai SOP,” kata Direktur RSUD Mukomuko, Darmono, Kamis, 1 Oktober 2026.

Darmono juga menyampaikan, beberapa tindakan medis terhadap pasien atasnama Alzareya Salsabila sebelumnya juga telah dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak.

“Pada saat pasien dirawat di IGD, hanya ditangani oleh dokter umum dan perawat. Namun, tindakan medis yang diambil tetap dikonsultasikan kepada dokter spesialis anak,” kata Darmono.

“Ya, dikonsultasikan melalui sambungan telepon,” imbuhnya.

Dijelaskan, pasien atasnama Alzareya, merupakan putra pertama Agung Setiawan, warga Dusun II Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik. Ia merupakan salah satu pasien rujukan dari RSIA Al Barra Mukomuko.

Menurut rekapan data, kata Darmono, pasien rujukan tersebut mulai dirawat di RSUD Mukomuko sekitar pukul 16.20 WIB pada Selasa, 29 September 2026.

Di RSUD, pasien langsung ditangani tim medis di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Layanan perawatan di IGD dipimpin oleh dokter piket, yakni dokter umum.

Di IGD, pasien diobservasi. Namun penyakit yang diderita makin parah. Oleh dokter piket, kondisi ini dikonsultasikan dengan dokter Benny, dokter spesialis anak.

“Melihat kondisi pasien makin lemah, dokter piket menghubungi dokter Benny, dan disarankan masuk ke ruang ICU,” jelas Darmono.

Berkelang satu jam kemudian, pasien dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

“Pasien dibawa ke ruang ICU sekitar pukul 17.15 WIB sore itu,” ulasnya.

Semalaman diruang ICU, pasien dirawat secara intensif. Diakui Darmono, malam itu tidak ada penanganan secara langsung oleh dokter spesialis anak.

Ia menjelaskan, dokter spesialis anak baru mengunjungi pasien keesokan harinya, atau Rabu pagi.

“Saat malam di ICU, memang tidak ada kunjungan dokter spesialis anak. Yang ada tim medis yang piket,” terangnya.

Selama dirawat di ruang ICU, semua tindakan medis tetap dikonsultasikan dengan dokter spesialis anak. Bahkan, kata Darmono, dokter spesialis anak juga menyarankan kepada keluarga agar pasien dirujuk ke Padang atau Kota Bengkulu.

“Karena kondisi pasien makin kritis, maka disarankan untuk dirujuk. Dan pihak keluarga juga telah menyetujuinya. Namun malam itu pasien belum diberangkat rujuk, lantaran masih menunggu persetujuan rumah sakit tujuan,” terangnya.

Sampai pada Rabu pagi, pasien belum diberangkatkan rujuk. Pada pqgi itu, dokter spesialis anak, dokter Benny, turun langsung untuk memeriksa kondisi pasien.

“Rabu pagi, sekitar pukul enaman, dokter Benny ke ruang ICU memeriksa kondisi pasien. Namun tuhan berkehendak lain, pasien dinyatakan berpulang sekitar ppukul 07.15 WIB,” paparnya.

Disisi lain, Darmono mengucapkan terimakasih kepada Komisi III DPRD yang senantiasa memberikan masukan, kritikan dan sumbang saran terhadap layanan kesehatan RSUD Mukomuko.

“Pak Frengky sempat ngubungin saya. Mungkin persoalan kekecewaan itu hanya miskomunikasi saja. Dan bagi kami, itu bagian dari bahan evaluasi kedepan,” demikian Darmono. (Rus)

Example 300250
Example 120x600