MUKOMUKOTERKINI- Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM,. M.Si respons soal informasi tak sedap yang dapat menodai kepercayaan publik terhadap sistem layanan kesehatan pada rumah sakit umum daerah setempat.
Jajat Sudrajat menyebutkan pihaknya telah mengklarifikasi soal informasi kekecewaan keluarga pasien Agung Setiawan, warga Dusun 2 Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik, Mukomuko. Baik dengan pihak keluarga pasien maupun manajemen RSUD Mukomuko.
Berdasarkan keterangan yang didapatkan, kata Jajat, pihak rumah sakit memastikan telah memberi layanan kesehatan secara maksimal terhadap pasien, putra dari Agung Setiawan warga Mekar Mulya, Penarik.
Selain itu, Jajat juga memastikan bahwa pelayanan terhadap pasien telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada rumah sakit dan jauh dari kata lalai.
“Kita sudah hubungi pihak RSUD, dan tanyakan gimana gimananya. Dari pihak RSUD memastikan telah memberikan layanan maksimal,” kata Jajat ketika dihubungi Rabu, 30 September 2026.
Dari pihak RSUD, lanjutnya, menjelaskan bahwa pasien yang diduga tidak mendapatkan layanan maksimal tersebut merupakan pasien rujukan dari RSIA Al Barra, Mukomuko.
Data terhimpun, pasien masuk ke RSIA Albarra sekitar pukul 11.00 WIB, Selasa, 29 September 2026. Kemudian dirujuk ke RSUD, mulai dirawat sekitar pukul 17.00 WIB.
Saat dirujuk, kata Jajat, pasien dalam kondisi kejang-kejang. Setiba di rumah sakit, yang bersangkutan langsung mendapatkan layanan gawat darurat oleh tim medis yang bertugas.
“Karena kondisinya makin kritis, lalu pasien dirawat di ruang ICU. Dirawat secara instensif, ada dokter piket dan beberapa petugas medis lainnya. Bahkan pihak keluarganya sempat berterimakasih atas layanan kesehatan RSUD,” jelas Jajat.
Disamping itu, pihak RSUD juga mengkonfirmasikan bahwa pelayanan kesehatan yang mengecewakan bukan saat menjalani perawatan di rumah sakit umum daerah, akan tetapi pada rumah sakit swasta, tempat dimana pasien pertama dirawat.
Ditegaskan Jajat, pada Rabu pagi tadi, pasien masih mendapatkan perawatan instensif oleh petugas tim medis. Bahkan, katanya, pasien menghembus nafas terakhir saat petugas mengambil tindakan medis secara darurat, dan didampingi langsung oleh dokter Beny, dokter spesialis anak yang bertugas di RSUD Mukomuko.
“Kami juga mengkonfirmasi pihak keluarga pasien. Mereka malah berterimakasih dengan layanan di RSUD. Yang mereka kecewakan bukan pelayanan di RSUD, tetapi rumah sakit sebelumnya tempat pasien dirawat,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi 3 DPRD Mukomuko, Saili, SP melalui Wakil Ketua Komisi Frenky Janas mengkonfirmasi soal adanya keluhan dari keluarga pasien terhadap layanan di RSUD Mukomuko.
Dijelaskan Frenky, kekecewaan atas layanan kesehatan pada RSUD ini disampaikan oleh keluarga Agung Setiawan, warga Kecamatan Penarik. Dikatakannya, pihak Agung Setiawan tidak terima dengan layanan yang pihak RSUD.
“Dari laporan yang kami terima, layanan kesehatan di RSUD makin parah. Lalai dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Peristiwa serupa bukan kali pertama, sebelumnya sudah sering kami dengar,” kata Frenky Janas.
Dari pihak keluarga pasien, kata Frenky. Agung Setiawan bersama keluarganya mendatangi RSUD untuk mengobati putra pertamanya yang menderita sakit.
Keluarga ini datang dan minta penanganan medis sekitar pukul 14.05 WIB pada Selasa kemarin.
Melihat kondisi anaknya makin parah, pihak keluarga mendesak pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan secara instensif. Seyogianya, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan pengobatan.
Pun demikian, kata Frenky, pihak keluarga pasien tetap tidak mendapat kepuasan layanan. Sehingga keluarga pasien meminta bantuan Komisi 3 untuk menghubungi pihak RSUD.
“Pasien baru berumur kurang lebih 2 tahun. Kondisinya kejang-kejang. Namun pihak keluarga merasa ada yang kurang dalam proses penanganan. Sehingga menghubungi kami, dan minta untuk menghubungi rumah sakit untuk mendapat layanan secara instensif,” jelas Frenky.
Mendengar itu, komisi 3 tidak tinggal diam. Setelah menerima telpon keluarga pasien sekira pukul 20.05 WIB, Selasa malam. Atas nama Komisi 3, langsung menghubungi pihal rumah sakit. Selanjutnya baru ada tindakan, dan pasien langsung dibawa dan proses pengobatan di ruang ICU.
Pun demikian, kata Frenky, tuhan berkehendak lain. Sang pasien akhirnya menghembus nafas terakhir di RSUD Mukomuko.
“Begitu kami mendapat laporan, langsung menghubungi pihak rumah sakit. Selanjutnya pasien dibawa masuk ruang ICU. Dan pasien akhirnya meninggal dunia,” ulas Frenky.
Terkait persoalan ini, Komisi 3 mengecam tegas atas ketidaknyamanan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD.
“Ini bagian dari PR kami. Kami akan panggil pihak RSUD. Apa yang menyebabkan lemahnya layanan pada rumah sakit,” tegasnya.
Terkait persoalan ini, wartawan media ini berupaya konfirmasi dengan pihak Dinas Kesehatan Mukomuko.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko Djajat Sudrajat, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan apapun. (Rus).













