MUKOMUKOTERKINI- Lagi-lagi terjadi. Keluarga pasien kecewa dengan sistem pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mukomuko, Bengkulu.
Kekecewaan kali ini datang dari keluarga Agung Setiawan, warga Dusun 2 Desa Mekar Mulya, Kecamatan Penarik, Mukomuko. Keluarga ini merasa tidak puas dengan pelayanan kesehatan pada rumah sakit itu. Hingga melapor peristiwa yang dialami ke Komisi 3 DPRD Mukomuko.
Hal ini disampaikan Ketua Komisi 3 DPRD Mukomuko, Saili, SP melalui Wakil Ketua Komisi Frenky Janas kepada wartawan, Rabu, 30 September 2026.
Dijelaskan Frenky, kekecewaan atas layanan kesehatan pada RSUD ini disampaikan oleh keluarga Agung Setiawan, warga Kecamatan Penarik. Dikatakannya, pihak Agung Setiawan tidak terima dengan layanan yang pihak RSUD.
“Dari laporan yang kami terima, layanan kesehatan di RSUD makin parah. Lalai dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Peristiwa serupa bukan kali pertama, sebelumnya sudah sering kami dengar,” kata Frenky Janas.
Dari pihak keluarga pasien, kata Frenky. Agung Setiawan bersama keluarganya mendatangi RSUD untuk mengobati putra pertamanya yang menderita sakit.
Keluarga ini datang dan minta penanganan medis sekitar pukul 14.05 WIB pada Selasa kemarin.
Melihat kondisi anaknya makin parah, pihak keluarga mendesak pihak rumah sakit untuk memberikan pelayanan secara instensif. Seyogianya, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) layanan pengobatan.
Pun demikian, kata Frenky, pihak keluarga pasien tetap tidak mendapat kepuasan layanan. Sehingga keluarga pasien meminta bantuan Komisi 3 untuk menghubungi pihak RSUD.
“Pasien baru berumur kurang lebih 2 tahun. Kondisinya kejang-kejang. Namun pihak keluarga merasa ada yang kurang dalam proses penanganan. Sehingga menghubungi kami, dan minta untuk menghubungi rumah sakit untuk mendapat layanan secara instensif,” jelas Frenky.
Mendengar itu, komisi 3 tidak tinggal diam. Setelah menerima telpon keluarga pasien sekira pukul 20.05 WIB, Selasa malam. Atas nama Komisi 3, langsung menghubungi pihal rumah sakit. Selanjutnya baru ada tindakan, dan pasien langsung dibawa dan proses pengobatan di ruang ICU.
Pun demikian, kata Frenky, tuhan berkehendak lain. Sang pasien akhirnya menghembus nafas terakhir di RSUD Mukomuko.
“Begitu kami mendapat laporan, langsung menghubungi pihak rumah sakit. Selanjutnya pasien dibawa masuk ruang ICU. Dan pasien akhirnya meninggal dunia,” ulas Frenky.
Terkait persoalan ini, Komisi 3 mengecam tegas atas ketidaknyamanan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di RSUD.
“Ini bagian dari PR kami. Kami akan panggil pihak RSUD. Apa yang menyebabkan lemahnya layanan pada rumah sakit,” tegasnya.
Terkait persoalan ini, wartawan media ini berupaya konfirmasi dengan pihak Dinas Kesehatan Mukomuko.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko Djajat Sudrajat, hingga berita ini diturunkan belum memberikan keterangan apapun. (Rus).













